Botol, gelas dan air

“Bagaimana sebuah botol bisa mengisi gelas dengan air jika botol itu kosong?”

Hmm, secara tak sengaja saya menemukan kalimat ini dalam sebuah blog yg ditulis oleh seseorang..
Ya, pagi ini saya merasa saya ingin mencoba lagi menulis..
Dulu, saya sangat suka menulis, tentang apapun yang saya rasakan…
Tulisan2 saya seringkali saya jadikan notes2 dalam account facebook saya…
Menulis sama saja dengan bercerita…
Dan alangkah menyenangkan sekali ketika kita bisa berbagi tentang apa yang kita rasakan pada saat itu dalam setiap tulisan2 kita..
Dan mungkin anda bertanya, mengapa kemudian saya berhenti menulis?
Hmm, itu karena saya mungkin terlalu picik untuk bisa menerima pendapat orang lain…
Ya, saya waktu itu merasa, saya tak suka jika tulisan saya diberi komentar2 yang buruk oleh oranng lain..
mungkin karena saya merasa bahwa tulisan saya adalah luapan perasaan saya…
Jadi ya sama saja seperti memberikan komentar buruk tentang apa yang saya rasakan pada waktu itu..
Rasanya seperti orang2 itu tak mampu mengerti apa yang saya rasakan…
Yaa…begitulah…
Namun, kini saya mulai memahami bahwa dalam memandang sesuatu, seringkali setiap orang menggunakan aspek atau cara pandang yang berbeda, termasuk saya, yang seringkali juga merasa memiliki pendapat yang berbeda dengan orang lain…
Yaa..saya baru sadar, ternyata itu bukan hal yang aneh…
Karena isi kepalaku pasti tak sama dengan isi kepalamu, haruskah kita mencampur isi kepala kita?

Okay,,,dan kembali ke topik tentang: “Bagaimana sebuah botol bisa mengisi gelas dengan air jika botol itu kosong?”
Bagi saya kalimat itu dapat bermakna seperti ini: “Bagaimana kita bisa membuat seseorang bahagia jika kita saja tak merasa bahagia?”
Non sense…
Saya punya teman, seorang teman yang sangat baik, yang justru kadangkala kebaikannya yang membuat saya merasa gemas kepadanya…
Kebaikannya itu justru membuat saya merasa dia bukanlah seseorang yang optimis…
Dia sering mengatakan kepada saya, “Gapapa, asal dia bahagia”
Lalu saya bertanya kepadanya, “Kebahagiaan macam apa? Kebahagiaan di atas ketidakbahagiaanmu”
Saya percaya, setiap orang ditakdirkan untuk bahagia…
dan sesungguhnya bukan kita sumber kebahagiaan itu…
Tuhan dan diri kita sendirilah sumber kebahagiaan sejati itu…
Sebagai keluarga, kekasih dan sahabat, kita hanyalah perantaranya, tapi ingat bukan kita yang menjadi penentu apakah ia bisa bahagia atau tidak…

Itu menurut saya…
Apakah anda setuju dengan saya?
Atau mungkin tidak setuju?
Hmm, okay, let’s tell me! :)

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Awal yang baru…Semoga :)

May 23, 2010

Dear, Bapa…
Malam ini, sepertinya kita sudah berhasil membicarakan permasalahan di antara kita dengan baik…
Aku tak bisa berjanji Bapa, klo ini adalah permasalahan yang terakhir…
Karena jika Engkau menghendakinya, sepertinya perjalananku masih akan sangat panjang, Bapa…
Dan mungkin di tengah2 perjalananku nanti, lagi2 mungkin aku akan mengeluh dan menangis…
Aku tahu Bapa, aku ini manja sekali kepada-Mu…
Tapi aku senang karena seringkali kemanjaanku itulah yang membuatku tak bisa berlama-lama jauh dari-Mu…
Dan aku pun berjanji Bapa, setiap kali permasalahan itu muncul, aku akan langsung membicarakannya dengan-Mu..
Karena pastinya aku tak akan tahan untuk berlama-lama bertengkar dengan-Mu..

Aku mencintai-Mu Bapa..
Tapi…tetap saja aku anak yang nakal…
Entah kenapa rasa cintaku kepada-Mu, tak bisa menghentikan kenakalanku ini…
Kenapa ya?
Tetaplah sabar kepadaku ya, Bapa :P

Bapa, maafin aku ya..
Yang akhir2 ini, menyimpan kemarahan kepada-Mu…
Yang akhir2 ini malas ke gereja..
Malas untuk bertemu dengan-Mu, bahkan melalui doa sekalipun…
Maafin aku Bapa, karena seringkali aku menyalahkan-Mu atas apa yang terjadi di hidupku ini..
Yang seringkali merasa, hidup ini tak cukup adil bagiku…
Padahal, jelas2 aku tau definisi adil, seringkali hanyalah merupakan bentuk keegoisanku semata..

Hufhhh….
Bapa, malam ini aku teringat sebuah cerita tentang “Cangkir yang cantik”
Sebelum menjadi cangkir yang cantik, ia hanyalah tanah liat biasa…
Tanah liat yang tak pernah tau bahwa ia bisa menjadi cangkir yang secantik itu…
Yang ia tau hanyalah, rasa sakit..
Ya…rasa sakit ketika pembuatnya membentuknya sedemikian rupa…
Hingga pada akhirnya, ia bisa menjadi sebuah cangkir yang sangat cantik…

Mungkin itulah yang sedang Kau lakukan kepada-Ku, Bapa…
Dan aku pun seperti tanah liat itu, yang tak pernah menyadari bahwa saat ini Engkau sedang bekerja di dalam hidupku..
Aku tak tau Bapa, nanti Engkau akan menjadikanku seperti apa…
Tapi, yang harus kuyakini adalah…
Setiap rancangan-Mu itu indah dan baik adanya…

Bapa, bentuklah aku sesuka hati-Mu…
Tapi, dalam setiap proses itu, hadirlah untuk menemaniku, Bapa…
Kehadiran-Mu adalah kekuatanku…
Jangan biarkan aku sendiri, Bapa…
Karena tanpa-Mu, aku merasa lemah sekali :(

1 hal lagi Bapa…
Semoga kasih senantiasa menguatkanku dalam setiap langkah hidupku…

Selamat malam, Bapa tersayang…
Aku tak akan mengucapkan selamat tidur, karena aku tau bahwa Kau tak pernah tidur…
Jadi, jagalah aku selalu Bapa, jagalah setiap orang di dunia ini…
Berilah kami mimpi yang indah..
Bangunkan kami esok pagi ya, Bapa…
Untuk memulai hari yang baru dengan semangat dan pengharapan yang baru…

Oke, Bapa?
Udah ya..Aku mau bobok dulu…
Cup..Cup..Muachhhhh! ^^

Dari: anak-Mu yang manja sekaliiiiii ^^

NB:
1. Playlistku malam ini hanya terisi 1 lagu, Maria Shandy- Sentuh hatiku, yang kurang lebih bunyinya kayak gini:
BETAPA KUMENCINTAI
SEGALA YANG T’LAH TERJADI
TAK PERNAH SENDIRI JALANI HIDUP INI
SELALU MENYERTAI

BETAPA KUMENYADARI
DI DALAM HIDUPKU INI
KAU SLALU MEMBERI RANCANGAN TERBAIK
OLEH KARENA KASIH

BAPA, SENTUH HATIKU
UBAH HIDUPKU MENJADI YANG BARU
BAGAI EMAS YANG MURNI
KAU MEMBENTUK BEJANA HATIKU

BAPA, AJARKU MENGERTI
SEBUAH KASIH YANG SELALU MEMBERI
BAGAI AIR MENGALIR
YANG TIADA PERNAH BERHENTI

^^

2. Berhubung rumah-Mu yang asli sulit dijangkau Pak Pos, suratnya aku tulis di facebook aja ya, Bapa…Kutunggu balasannya! ^^

Posted in Uncategorized | Leave a comment